Jumat, 11 November 2016

Adidas NMD Runner

Seperti yang telah kita semua (para penggemar sneakers) ketahui bahwa Adidas NMD merupakan produk sepatu serba guna Adidas yang paling populer sejak kemunculan perdananya di akhir tahun 2015 sampai menjelang penghujung tahun 2016 ini, dan entah sampai kapan kepopulerannya ini akan terus berlangsung.
Dengan mengesampingkan ketenaraannya dan sejarah sepatu ini (yang terinspirasi oleh Micro Pacer, Rising Star, dan Boston Super, etc…), penulis cukup tertarik untuk menguji coba dan mengevaluasi kualitas konstruksi sepatu ini dalam mendukung performa lari (mengingat nama lain sepatu ini adalah Adidas NMD Runner), walau sebenarnya penulis telah mengetahui bahwa sepatu ini didesain untuk beraktivitas sehari-hari dan bukan diperuntukkan secara spesifik untuk aktivitas olahraga tertentu.
*Pada artikel ini penulis menggunakan model ‘BEAMS 40th Aniiversary NMD R1’ dengan bahan ballistic nylon.
*Penilaian pada artikel ini merupakan hasil evaluasi dari pengujian yang dilakukan oleh penulis (Doctor Kad) seorang, berbeda dengan pengujian pada sepatu basket dan sepatu lari yang selama ini telah dilakukan.

Penampilan Under Adidas NMD R1 dari berbagai posisi

Fitur-fitur utama pada Adidas NMD R1

General Information & Characteristics:
  • Price: $120-$130.
  • Launch: December, 2015.
  • Weight: 9.4oz.
  • Type: Neutral.
  • Profile: F(± 15.9mm), H(± 25.4mm), & HT drop (± 9.45mm).

Hasil Pengukuran Adidas NMD R1

Adidas NMD R1.jpg
Pros
  • Lightweight
  • Versatility
  • Comfortable fit and ride
  • Flexibility
Cons
  • Responsiveness
Recommendations
  • Size
    True to size bagi yang memiliki kaki dengan lebar medium (D) dan wide (E).
  • Arch Types
    Direkomendasikan bagi yang memiliki arkus normal (medium arch).
  • Use
    Direkomendasikan untuk aktivitas sehari-hari (sepatu kasual).
  • Terrain
    Direkomendasikan untuk medan jalan raya (road).

Upper

Bahan & Konstruksi

Adidas NMD R1.JPGAdidas NMD R1.JPG
Gambar 1A. Konstruksi upper sepatu ini menggunakan konstruksi kaus kaki dan pada umumnya menggunakan bahan tekstil pada 2/3 bagian depan dan bahan synthetic leather pada 1/3 bagian belakang.
Konstruksi upper pada 2/3 bagian depan menggunakan bahan ballistic nylon yang dianyam (khusus untuk edisi ini). Adidas NMD R1 memiliki beberapa variasi struktur upper, antara lain: jaring nylon, rajutan nylon, rajutan wool, dan sebagainya, yang akan dibahas pada artikel tersendiri kalau ‘penulisnya sempat’ :p (ini blog sepatu basket).
Adidas NMD R1.JPG
Gambar 1B. Pada 1/3 bagian tengah (area midfoot), terdapat lapisan plastik sintetik yang membatasiforefoot-midfoot dan terdapat 3 lapisan plastik yang membentuk logo Adidas. Keberadaan lapisan-lapisan plastik tersebut dapat memberikan sedikit tambahan tahanan dinding upper terhadap tekanan dari dalam.
Adidas NMD R1.JPGadidas-nmd-r1
Gambar 1C. Pada 1/3 bagian belakang (area rearfoot) menggunakan bahan synthetic leather dan terdapatexternal heel counter dengan logo Adidas yang berbahan plastik. Area tumit sepatu ini juga diperkokoh oleh struktur internal heel counter pada bagian dalam.
adidas-nmd-r1Adidas NMD R1.JPG
Gambar 1D. Pada 2/3 sisi dalam bagian depan menggunakan jaring nylon yang memiliki kerapatan tinggi. Pada tekanan terasa adanya sensasi ‘lembut’ yang disebabkan adanya serabut tekstil yang berongga, yang melapisi struktur upper tersebut.
Adidas NMD R1.JPGAdidas NMD R1.JPG
Gambar 1E. Pada 1/3 sisi dalam bagian belakang (area rearfoot), tampak menggunakan kombinasi anyaman dan rajutan nylon yang tampak membentuk pola jaring-jaring secara makroskopik. Dengan demikian struktur serabut tekstil yang berongga-rongga tersebut memiliki sensasi tekan yang lembut.

Sistem Kuncian

Adidas NMD R1.JPG
Gambar 1F. Sepatu ini menggunakan sistem pentalian konvensional yang terintegrasi dengan tiga lubang tali berbentuk plat plastik.
adidas-nmd-r1adidas-nmd-r1
Gambar 1G. Sepatu ini memiliki struktur penyangga berbentuk blok yang berbahan EVA padat, yang ditempatkan pada sisi lateral area depan dan kedua sisi samping area belakang. Selain itu sepatu ini juga menggunakan struktur Boost sebagai dinding penyangga tepi bawah upper, pada sepanjang area depan sampai belakang.
adidas-nmd-r1
Gambar 1H. Pada sisi dalam area tumit terdapat struktur busa yang tipis dan padat dengan bentuk yang disesuaikan dengan kondisi tulang tumit dan ligamen achilles.

Cushion

adidas-nmd-r1Adidas NMD R1.JPG
Gambar 2. Bantalan sepatu ini Boost midsole pada sepanjang kaki. Walau dari luar tampaknya bantalanBoost pada sepatu ini terlihat sangat tebal, namun yang sebenarnya terlihat tinggi adalah dinding midsole-nya saja dan bukan bantalan yang diinjak tapak kaki. Bantalan Boost pada sepatu ini lebih tipis daripada yang terlihat dari luar dan akan dibahas pada bagian evaluasi bantalan.
Sepatu ini menggunakan sockliner berbahan EVA tipis dan padat yang memiliki rongga pada area tumit.

Outsole

adidas-nmd-r1
Gambar 3. Outsole sepatu ini menggunakan bahan karet continental dengan struktur yang berongga membentuk jala-jala pada 2/3 bagian tengah dan struktur yang lebih padat pada 1/6 bagian depan dan 1/6 bagian belakang. Pembahasan outsole akan dilakukan lebih detail pada bagian evaluasi performa traksi.

Evaluation

Fit

Nomor ukuran sepatu ini sesuai dengan ukuran true to size (TTS) kaki medium (D) pada pengukuran dengan alatBrannock. Bahan sepatu ini memiliki daya regang yang cukup baik dan sangat memungkinkan bagi pemiliki kaki lebar (E) untuk menggunakan ukuran TTS, maupun bagi pemiliki kaki medium (D) yang untuk menggunakan ukuran setengah nomor yang lebih kecil.
Adidas NMD R1.JPG
Gambar 4. Salah satu kelebihan sepatu ini adalah memiliki kuncian yang dapat langsung terasa nyaman saat pertama kali digunakan tanpa memerlukan waktu break-in, walau menggunakan setengah nomor ukuran yang lebih kecil untuk kaki berukuran medium (D), maupun bagi yang berkaki lebar (E) saat menggunakan nomor ukuran TTS. Hal tersebut disebabkan struktur bahan tekstil pada upper area depan yang dapat melekat sesuai dengan kontur kaki karena dipertebal oleh serabut tekstil dan memiliki anyaman tekstil pada lapisan terluar dengan daya regang yang cukup baik.
*Bagi para pembaca setia blog ini tentu pernah membaca beberapa artikel yang menjelaskan pendekatan desain struktur upper yang dapat melekat sesuai kontur kaki, masih dapat meregang sampai batas tertentu, dan cukup suportif adalah dengan menggunakan serabut tekstil – untuk memberikan efek busa – di antara lapisan jaring tekstil terluar dengan lapisan dalam, misalnya seperti beberapa edisi Adidas J Wall 1, Adidas D Rose 5 dan 6, Jordan Super.Fly 4 PO, Jordan Super.Fly 5, etc.

Lockdown

Adidas NMD R1.JPGadidas-nmd-r1Adidas NMD R1.JPG
Gambar 5A. Kuncian pada 1/3 bagian depan (area forefoot) hanya bergantung pada struktur upper dan struktur penyangga pada sisi lateral. Tidak adanya penyangga pada sisi medial dapat membuat tapak kaki keluar dari alasnya pada tekanan yang tinggi dari dalam, namun struktur tekstil pada sepatu ini masih memiliki batas daya regang yang dapat mencegah pergeseran area depan yang sampai dalam tingkat membahayakan. Sedangkan penyangga pada sisi lateral berfungsi dengan cukup efektif dalam mencegah pergeseran kaki area depan ke arah lateral pada tekanan tinggi.
Kualitas kuncian pada 1/3 bagian tengah (area midfoot) terkesan cukup baik dalam mengantisipasi pergeseran dan peranjakan kaki bagian depan, dan tidak ditemukan masalah yang cukup bermakna.
adidas-nmd-r1adidas-nmd-r1
Gambar 5B. Kualitas kuncian pada area tumit tergantung dari struktur upper dan dukungan kuncian dari area midfoot. Kuncian struktur tongue dari sisi depan pergelangan kaki dan struktur busa pada sisi belakang tumit memiliki tahanan yang cukup baik dalam mencegah peranjakan tumit, akan tetapi kedua sisi sampingcollar memiliki ruang yang cukup besar dengan struktur yang kurang elastis melekat pada area tumit. Sehingga kuncian pada area tumit terkesan kurang cukup efektif dalam mencegah peranjakan tumit.
Sedangkan kualitas kuncian dalam mencegah pergeseran tumit terkesan cukup baik oleh karena adanya struktur penyangga pada kedua sisi samping tumit, serta adanya struktur internal dan external heel counter.
Sebagai sepatu kasual, kelemahan kuncian pada Adidas NMD R1 ini tidak menimbulkan masalah yang cukup berarti dan demikian pula ketika digunakan untuk berlari dadakan (misalnya mendadak dikejar rampok, mendadak harus mengejar bus, dll).
*Penulis merekomendasikan setengah nomor ukuran yang lebih kecil untuk kaki medium (D), bagi yang menginginkan kualitas kuncian area depan dan area tumit yang lebih baik. Namun bagi yang menginginkan keleluasaan kuncian sebaiknya menggunakan ukuran TTS saja.

Cushion

Bantalan sepatu ini menggunakan Boost midsole dengan sockliner berbahan EVA tipis dan padat. Kualitas daya reaksi bantalan Boost pada pijakan sepatu ini kurang sesuai dengan ekspektasi penulis.
Berdasarkan pengujian secara objektif dengan menggunakan alat uji elastisitas menunjukkan bahwa daya reaksi struktur Boost pada sepatu ini memiliki nilai daya reaksi yang relatif sama seperti produk Boost lainnya (memang sudah seharusnya demikian), akan tetapi membutuhkan tekanan yang cukup kuat untuk meregangkan Boost dari lapisan atas sockliner. Berdasarkan analisa penulis, struktur bantalan Boost pada sepatu ini terkompres dan kurang tebal, sehingga memiliki kemampuan daya regang yang kurang optimal dan membutuhkan tekanan yang cukup kuat untuk meregangkan struktur bantalan sepatu ini. Namun seiring dengan pemakaian, struktur Boost yang telah break-in pada umumnya akan memiliki daya regang yang lebih baik dan akan lebih terasa daya reaksi pijakannya. Selain itu walau bantalan sepatu ini terasa kurang responsif, namun setidaknya memiliki daya redam terhadap tumbukan yang sangat baik.
Profile
Sepatu ini memiliki ketinggian pijakan pada forefoot ±15.9mm dan pada rearfoot ±25.4mm. Dengan demikian sepatu ini memiliki hell-toe drop sebesar ±9.5mm yang tergolong bertipe tradisional / standard.
Court Feel
Sepatu ini memiliki pijakan yang low profile, dengan ketinggian pada forefoot yang sebesar <20mm. Sehingga struktur bantalan sepatu ini masih dapat mendukung fungsi proprioseptif tapak kaki dengan cukup baik.
Heel-Toe Transition
Sepatu ini tidak memiliki struktur yang mendukung kecepatan transisi tumit – jari selain dari rigiditas areamidfootHT drop yang cukup besar dan sole yang terlalu fleksibel mengurangi kualitas transisi tumit – jari.

Traction

adidas-nmd-r1adidas-nmd-r1Adidas NMD R1.JPG
Gambar 6. Desain pola outsole yang ‘seadanya’ ini memiliki kualitas traksi yang cukup baik untuk digunakan sebagai sepatu kasual dan ‘lari dadakan’ dalam kondisi medan lari jalan raya yang kering dan agak basah. Walau demikian desain outsole sepatu ini kurang mendukung performa lari secara optimal.

Flexibility – Rigidity

Adidas NMD R1.JPGAdidas NMD R1.JPGAdidas NMD R1.JPG
Gambar 7. Sepatu ini memiliki struktur area depan dengan tingkat rigiditas yang tergolong rendah oleh karena struktur upper dan sole yang fleksibel. Penyangga berbahan EVA padat pada sisi lateral masih dapat memberikan tahanan dengan cukup adekuat untuk mencegah fleksibilitas area depan yang berlebihan.
Pada area midfoot memiliki struktur yang cenderung fleksibel oleh karena tidak adanya struktur penyangga pada area tersebut. Walau demikian keberadaan struktur penyangga berbahan EVA pada kedua tepi samping tumit masih dapat memberikan tahanan torsional dengan cukup adekuat.
Pada area tumit memiliki struktur dengan tingkat rigiditas yang cukup tinggi, sesuai dengan rata-rata sepatu lari pada umumnya yang memiliki struktur internal heel counter. Terlebih lagi sepatu ini memiliki strukturexternal heel counter yang turut meningkatkan rigiditas area tumit.

Support

Sebagai sepatu kasual, Adidas NMD R1 memiliki struktur upper dan fitur-fitur support yang cukup adekuat dalam menunjang kestabilan torsional dan lateral untuk menunjang aktivitas lari berintensitas ringan – sedang.
Stability Assessment
Adidas NMD R1.JPG
Gambar 7. Berdasarkan hasil uji kestabilan, Adidas NMD R1 ini memiliki tingkat kestabilan torsional dan kestabilan lateral yang sangat baik. Kestabilan pada sepatu ini didukung oleh fitur-fitur support dan sistem kuncian yang telah dibahas, serta didukung pula oleh pijakan yang low profile dan bantalan yang lebar.

Breathability

Kualitas ventilasi pada Adidas NMD R1 tergantung dari jenis bahan pada konstruksi upper. Terdapat edisi-edisi berbahan rajutan berkerapatan rendah dan jaring tekstil berkerapatan rendah yang didesain untuk musim panas dan terdapat pula edisi-edisi berbahan jaring tekstil atau rajutan tekstil berkerapatan tinggi yang didesain untuk musim dingin. Sehingga pada aspek ini tidak ada yang penting untuk dievaluasi lebih lanjut.

Comfort

Hal – hal yang mendukung kenyamanan pada sepatu ini antara lain:
  • Kuncian yang dapat melekat sesuai kontur kaki dan langsung terasa nyaman tanpa membutuhkan waktubreak-in.
  • Memiliki fleksibilitas yang sangat baik dalam mendukung pergerakan alamiah kaki.
  • Bantalan dengan kemampuan proteksi terhadap tumbukan yang sangat baik.
Hal – hal yang dapat mengurangi kenyamanan pada sepatu basket ini antara lain:
  • Pijakan yang kurang lembut dan kurang responsif sebagaimana mestinya bantalan Boost, terutama pada awal pemakaian.
  • HT drop yang cukup tinggi.
Sebagai sepatu kasual, Adidas NMD R1 memiliki tingkat kenyamanan yang cukup baik. Namun tidak terdapat hal-hal istimewa yang memberi kenyamanan lebih, selain dari kenyamanan pijakan pada bantalan Boost.
Walau demikian kualitas pijakan pada sepatu ini kurang sesuai dengan ekspektasi. Mungkin akan lebih baik bila bantalan Boost pada sepatu ini menggunakan struktur ‘MiniMax’ ketimbang memiliki struktur yang low profiledan tradisional.

Materials Quality

Upper Durability
Bahan tekstil pada sepatu ini memiliki kualitas daya tahan yang cukup baik, sesuai dengan bahan tekstil pada umumnya. Sepatu ini tidak memiliki lapisan pelindung tambahan untuk melindungi area-area tepi yang rawan terhadap gesekan, terkecuali pada sebagian area ujung depan yang tertutup oleh karet outsole.
Sole Durability
Bantalan Boost telah terbukti memiliki kualitas daya tahan yang sangat baik. Sedangkan outsole sepatu ini memiliki struktur yang tebal dan terkesan memiliki kekuatan daya tahan yang cukup baik, namun alur – alur dan tonjolan yang tipis pada permukaan outsole cukup mudah terkikis dan menipis.
Materials Evaluation
Secara keseluruhan bahan – bahan yang digunakan pada konstruksi upper sepatu Adidas NMD R1 tidak memiliki kelebihan yang cukup bermakna, yang dapat mendukung performa lari secara maksimal. Selain itu sebagai sepatu kasual yang sangat populer, kualitas bahan upper yang digunakan pada sepatu ini juga terkesan biasa saja.

Conclusion

Adidas NMD R1 tergolong sebagai sepatu kasual yang cukup versatile dan memiliki konstruksi yang masih dapat mendukung performa lari, maupun berbagai aktivitas latihan di gym. Walau demikian sepatu ini memiliki konstruksi yang tidak secara khusus didesain untuk beraktivitas olahraga tertentu (termasuk lari), sehingga tetap saja sepatu ini tidak direkomendasikan untuk beraktivitas olahraga.
Berdasarkan hasil evaluasi konstruksinya, Adidas NMD R1 terkesan tidak memiliki keistimewaan desain konstruksi, maupun jenis bahan yang digunakan. Sepatu ini tidak memiliki inovasi tertentu yang membuatnya memiliki kelebihan tertentu secara khusus. Sebaliknya kualitas pijakan pada sepatu ini kurang sesuai dengan ekspektasi terhadap sebuah sepatu yang menggunakan bantalan Boost.
Dengan demikian kepopuleran sepatu ini bukanlah disebabkan kelebihan – kelebihan dari konstruksi yang dimilikinya, melainkan disebabkan oleh ‘hype’ dari hasil strategi pemasaran Adidas yang gencar melakukan promosi dan menggunakan artis-artis populer sebagai bintang iklannya.
adidas-nmd-r1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar